Perempuan dalam Labirin

kepada lelaki yang masih meresahkan Andini

akhirnya kau menemukan rumahmu pada dada seorang perempuan
hari-hari menuju hari bahagiamu adalah airmata yang jatuh dari berpasang-pasang mata perempuan yang pernah atau bahkan mungkin tak pernah sempat mengukir cerita bersamamu
mungkin, ada air yang luruh dari mata seorang perempuan yang mematahkan dirinya sendiri, sebab kisahnya adalah kisah sendiri,
hanya dia pemerannya, kau dihidupkan dalam bayangannya
aku tak hendak mempuisikan seluruh perempuan yang kau patahkan atau mematahkan rantingnya sendiri
hanya saja, diantara mereka setidaknya ada seorang perempuan yang ketika mendengar namamu, segalanya menjadi hening hingga ia tak mampu tuk mendengar suaranya sendiri.
ada perempuan yang matanya berkaca-kaca ketika membicarakan perihal kau
ada perempuan yang selalu gagal membohongi dirinya sendiri
setidaknya
setelah kau dan ia berakhir dengan ketidakjelasan, dunianya telah porak-poranda
tidak mudah berjalan dengan hati dan pikiran yang kacau
perempuan itu tahu, kau berada dalam jebakan labirin yang membuatmu sulit bersatu
aku tak menyalahkanmu yang menolak kerumitan
sungguh aku tak menyalahkanmu jika kau menyerah pada teka-teki labirin tuk menemukannya yang entah berada di bilik mana
aku tak menyalahkanmu telah memilih jalan yang lebih mudah dengan berbelok ke arah lain menyelamatkan dirimu sendiri, membiarkan perempuan itu tetap dalam labirin, 
hingga kelak ada seorang lelaki yang entah tangguh atau bodoh memilih jalan rumit tuk menemukan perempuan itu dalam labirin cinta yang kau sesatkan
bukankah perihal cinta memang adalah tentang tangguh yang bodoh ?
dan berbicara soal duka, entah duka siapa yang lebih abadi


Komentar