Apa yang membawaku ke kafe itu adalah pertanyaan yang aku terlalu naif untuk menyembunyikan jawabannya, untuk itulah hatiku seringkali ingin marah pada mataku, sebab mata terlalu ceroboh menjaga rahasia yang dibisikkan oleh hati
Matahari sebentar lagi akan tenggelam, untuk itukah kau menyalakan lampu di teras ?
sebagai penanda bahwa sebentar lagi akan malam ?
gelap dan pekat ?
sebagai alarm bagi orang-orang yang menghabiskan siangnya dengan tawa yang pura-pura bahagia bahwa ini sudah malam, sebentar lagi kita akan menyaksikan mereka dilahap oleh kesedihannya sendiri, kesedihan bisa merangkap jadi apa saja, bisa menjalar dari akar pohon depan jendela kamarmu atau dari langit malam yang ingin sekali melihat airmatamu tumpah, atau dari kepalamu yang paling sibuk memikirkan kiat kiat untuk bahagia
"Apakah tidak terlalu cepat menyalakan lampu ?"tanyaku dalam hati
Sedang aku masih ingin berlama lama dalam cahaya redup, berbincang dengan sunyi yang nyaring di dada.
-mustikasari
Makassar, 30 April 2018
Matahari sebentar lagi akan tenggelam, untuk itukah kau menyalakan lampu di teras ?
sebagai penanda bahwa sebentar lagi akan malam ?
gelap dan pekat ?
sebagai alarm bagi orang-orang yang menghabiskan siangnya dengan tawa yang pura-pura bahagia bahwa ini sudah malam, sebentar lagi kita akan menyaksikan mereka dilahap oleh kesedihannya sendiri, kesedihan bisa merangkap jadi apa saja, bisa menjalar dari akar pohon depan jendela kamarmu atau dari langit malam yang ingin sekali melihat airmatamu tumpah, atau dari kepalamu yang paling sibuk memikirkan kiat kiat untuk bahagia
"Apakah tidak terlalu cepat menyalakan lampu ?"tanyaku dalam hati
Sedang aku masih ingin berlama lama dalam cahaya redup, berbincang dengan sunyi yang nyaring di dada.
-mustikasari
Makassar, 30 April 2018
Komentar
Posting Komentar