Tamu dari Masa Depan

Ada yang mengetuk pintu rumahku. Tanpa ku tengok di balik jendela sudah ku tahu siapa yang ada diluar. Dia adalah apa-apa yang selama ini datang silih berganti mengunjungiku dan entah kapan ia akan pulang. Orang-orang sekitar biasa menyebutnya : Luka.
Bagaimana bisa luka ingin masuk sedang di dalam rumahku telah sesak oleh luka-luka yang lain. Dimana akan ku simpan luka yang hendak bertamu itu ?
Maka aku bertanya pada luka di atas ranjangku yang telah tinggal bertahun-tahun
"Bagaimana bila kau pulang dulu ke rumahmu ? Apa kau tak di cari ?"
 "Omong kosong apa ini, kau adalah rumahku"jawabnya
 Berdebat dengan luka yang satu itu sungguh tak ada gunanya, karena ia adalah luka yang paling betah tinggal dari luka-luka yang lain. Sepertinya tak akan ada luka yang ingin keluar dari rumahku sebab luka yang paling berumur saja masih betah dan ingin berlama-lama disini.
Maka aku kembali ke belakang pintu dan berkata pada luka yang masih setia menahan gigil diluar "Kau cari saja rumah yang lain."
"Tak ada rumah yang sudi menerima luka selain rumahmu"katanya
"Rumahku sudah sesak oleh luka sepertimu yang datang merayakan masa lalu"kataku
"Tenang saja, aku menawarkan yang beda. Akulah luka yang datang dari masa depanmu"
"......"

Komentar

Posting Komentar