Ada mendung yang belum usai diwajahku, apakah mendung adalah pertanda akan turunnya hujan atau kedukaan mendalam, apakah setiap hujan yang telah usai akan menerbitkan pelangi yang konon katanya hadiah untuk sebuah dukacita. Ada mendung diwajahku adalah pancaran duka yang tak biasa. Seharusnya ini biasa saja, toh selama ini aku sudah sangat akrab dengan rasa-rasa sakit yang dibalut duka.
Seharusnya Dewa Amor memberi kabar terlebih dahulu bahwa aku akan segera berjumpa dengan akhir cerita ini. Sehingga aku bisa membangun benteng baja pertahanan sebelumnya. Agar kiranya aku tak merasa sesakit ini, agar aku tak perlu sesedih ini. Tapi bukankah itu akan sia-sia saja ? Bukankah pertahanan apapun akan roboh ketika kata putus itu terucap dari bibirnya, ya bibir yang pernah menjadi teman bibirku untuk melanggar aturan adat yang kolot.
Dan bukti terkuat bahwa aku masih seorang manusia adalah..aku masih bisa merasa sakit ketika putus dari cinta yang ku mau, berpisah dari cinta yang ku Dewakan.
Seharusnya Dewa Amor memberi kabar terlebih dahulu bahwa aku akan segera berjumpa dengan akhir cerita ini. Sehingga aku bisa membangun benteng baja pertahanan sebelumnya. Agar kiranya aku tak merasa sesakit ini, agar aku tak perlu sesedih ini. Tapi bukankah itu akan sia-sia saja ? Bukankah pertahanan apapun akan roboh ketika kata putus itu terucap dari bibirnya, ya bibir yang pernah menjadi teman bibirku untuk melanggar aturan adat yang kolot.
Dan bukti terkuat bahwa aku masih seorang manusia adalah..aku masih bisa merasa sakit ketika putus dari cinta yang ku mau, berpisah dari cinta yang ku Dewakan.
perempuan yang kau patahkan hatinya
Komentar
Posting Komentar