Ku katakan aku telah jatuh cinta jauh sebelum kedekatan itu jadi milik kita
Dan jika boleh sedikit berlebihan, semua rasa ini berawal dari pertemuan pertama
Usai malam itu, kau tlah menyiksa batinku karena ia terus mencari sosokmu yang tak mungkin aku temukan, sebab saat itu kau masih dengannya
Dan aku tahu, aku tak mungkin...
Maka pada masanya aku hanya bisa menahan rasa agar tak terjerembab, jangan kira hal itu cukup mudah
Sudahlah, itu masa lalu
Tiap-tiap kita tentu punya masa lalu
Kini aku memutuskan untuk mengepakkan sayap, sayap yang masih kaku bersamamu
Tak bisa berdusta, kurasa aku sedang berada pada zona bahagiaku yang sejati
Hingga disuatu hari, aku merasa kepakan sayapmu tak sesempurna dulu
Ku terka setiap centi
Dan benar saja, kau tengah mengenang
Mengenang sesuatu yang telah tertinggal dibawah sana
Kupikir kau telah siap melaluinya hanya denganku, hanya kita
tapi lagi-lagi kau melibatkan dia
Kau masih terbayang oleh sketsa masa lalumu
Cerita kalian belum usai
Masih ada sebuah pertanyaan atas ketidakrelaanmu pada perpisahan
Tinggallah sebuah sketsa usang, yang belum mendapat sentuhan akhir
Maka kukatakan padamu, "sia-siakah segala malam yang telah kita lalui berdua ?"
Lagi-lagi belatimu telah menorehkan luka baru, diatas luka yang masih sedikit basah
Katakanlah aku cemburu, pada masa lalumu
Aku tak bisa melawan masa lalu itu, sebab itu milikmu
Kupikir aku yang harus mengalah dan membiarkanmu melanjutkan sketsa usang itu
Namun, kamu dengan manisnya menahanku tuk kesekian kalinya
"Mungkin untuk menyakitiku, lagi"pikirku
dan aku adalah cintamu yang agung
yang belum pernah peduli pada luka-lukanya sendiri
Dan jika boleh sedikit berlebihan, semua rasa ini berawal dari pertemuan pertama
Usai malam itu, kau tlah menyiksa batinku karena ia terus mencari sosokmu yang tak mungkin aku temukan, sebab saat itu kau masih dengannya
Dan aku tahu, aku tak mungkin...
Maka pada masanya aku hanya bisa menahan rasa agar tak terjerembab, jangan kira hal itu cukup mudah
Sudahlah, itu masa lalu
Tiap-tiap kita tentu punya masa lalu
Kini aku memutuskan untuk mengepakkan sayap, sayap yang masih kaku bersamamu
Tak bisa berdusta, kurasa aku sedang berada pada zona bahagiaku yang sejati
Hingga disuatu hari, aku merasa kepakan sayapmu tak sesempurna dulu
Ku terka setiap centi
Dan benar saja, kau tengah mengenang
Mengenang sesuatu yang telah tertinggal dibawah sana
Kupikir kau telah siap melaluinya hanya denganku, hanya kita
tapi lagi-lagi kau melibatkan dia
Kau masih terbayang oleh sketsa masa lalumu
Cerita kalian belum usai
Masih ada sebuah pertanyaan atas ketidakrelaanmu pada perpisahan
Tinggallah sebuah sketsa usang, yang belum mendapat sentuhan akhir
Maka kukatakan padamu, "sia-siakah segala malam yang telah kita lalui berdua ?"
Lagi-lagi belatimu telah menorehkan luka baru, diatas luka yang masih sedikit basah
Katakanlah aku cemburu, pada masa lalumu
Aku tak bisa melawan masa lalu itu, sebab itu milikmu
Kupikir aku yang harus mengalah dan membiarkanmu melanjutkan sketsa usang itu
Namun, kamu dengan manisnya menahanku tuk kesekian kalinya
"Mungkin untuk menyakitiku, lagi"pikirku
dan aku adalah cintamu yang agung
yang belum pernah peduli pada luka-lukanya sendiri
Ini puisi ttg apa mba ?
BalasHapus