Cinta yang Agung

Saat sayap ini belum pulih betul
Ada yang datang, kupicingkan mataku yang sembab
adalah kamu, si pembuat luka
Kau ingin aku terbang  mengitari samudera, bersamamu
Maumu ada kita lagi
Tentu saja aku mau, tanpa memperdulikan luka-luka ini
Tentu aku mau, tanpa rasa takut
Aku selalu sebodoh ini, jika itu tentang kamu
Kamu adalah yang tak pernah tak hadir disetiap mimpi yang terajut
Aku tetap ingin, bahkan setelah kau patahkan sayapku
Setelah kau toreh luka dalam yang seorang tabib pun tak dapat menyembuhkannya dengan manta sakti
Aku yang telah lama terjebak dalam labirin cintamu
tak bisa berkata tidak lantas memperjuangkan lukaku
Relung dan sukmaku luluh, persetan dengan hasutan logika
Tak peduli masa lalu yang kita punya
Saat kau ulurkan sayapmu memintaku jatuh padanya
Aku mendekat, meski mataku jelas melihat ada duri tajam disana
Ketika kau yang kusebut cinta datang,
kudekap kau meski belati di ujung sayapmu siap merajamku
Aku sungguh tak peduli
Kubiarkan diriku terlihat bodoh
Toh, selama ini aku memang sedang menunggu
Menunggu kau yang sedang bersamanya kembali pada cintamu yang agung
dan kau tlah kembali,




Komentar