Sadar atau tidak
Semua berlalu dengan sederhana saja
Sederhana untuk yang tak merasa
Karena tak mengikutsertakan hati
Sederhana saja,
kita bertemu, berkenalan, kita dekat dan sangat dekat
Lantas berada dalam frekuensi nyaman
Namun, aku harus segera membuat sekat bahkan benteng
Aku tak boleh, tepatnya KITA tak boleh
Aku yang memintamu pergi(jelas ini mengkhianati apa yang aku mau)
Kehadiranku tak boleh menjadi alasan hancurnya hubungan asmara yang lebih dulu,disana..gadismu
Meski aku tahu, kau sungguh menginginkanku
kedua tanganmu siap menerkamku
Tapi, "aku adalah perempuan baik-baik"begitu kiranya kata Ibuku
Dan kamu pergi tanpa menyimpan apa apa selain harapan yang pernah kunikmati
Tak kau lihatkah tanganku yang bergetar hebat seolah ingin menahanmu agar tak melanjutkan langkah ?
Kamu tetap pergi
Kamu telah pergi
Oh Tidak !!!
Ada yang terlupa
Aku lupa memintamu mengembalikan rasa yang pernah kutitipkan padamu malam itu
Mengapa terlalu cepat aku menjadikanmu esa di hatiku
Aku ingat benar, pesonamu saat kau memintaku ikut dibelakangmu
Lalu waktu itu, aku dengan bodohnya turut mendekatkan hati pada hati yang tak mungkin
Sudahlah..
Tetap tinggal disini benar tak mudah
Kau harus berkutat melawan kenangan, masa lalu
aku tak dapat membencinya sebab selain luka hanya masa lalu yang tersisa
Aku mengutuk diriku yang kalah lihai dengan angin
angin menghapus jejak kakimu di atas pasir itu sebelum aku sempat mengabadikannya
Aku memilih sendiri, tak ingin kujalin cinta dengan lelaki yang akan di dustakan oleh hatiku
Cinta itu sederhana saja
Kamu datang, kita dekat
Kamu pergi, kita semakin jauh
Lalu kau datang lagi, maka cinta dengan sederhananya menerimamu kembali
Kemudian kau pergi lagi dengan alasan yang mengundangku tuk tertawa sinis
Tentu saat itu kau sadar, alasanmu tak pernah bisa diterima oleh hati dan logikaku
"Aku terlalu sempurna untuk dicintai oleh lelaki sepetimu"itu katamu
Dan selang beberapa waktu, kau datang lagi menawarkan cinta yang lebih dewasa
Cinta yang penuh keinsyafan
Cinta dengan sederhananya tetap menerimamu kembali, selalu menerimamu
Aku bodoh kan ?
Tapi aku suka terlihat bodoh
datang dan pergi, sangat sederhana
Semua berlalu dengan sederhana saja
Sederhana untuk yang tak merasa
Karena tak mengikutsertakan hati
Sederhana saja,
kita bertemu, berkenalan, kita dekat dan sangat dekat
Lantas berada dalam frekuensi nyaman
Namun, aku harus segera membuat sekat bahkan benteng
Aku tak boleh, tepatnya KITA tak boleh
Aku yang memintamu pergi(jelas ini mengkhianati apa yang aku mau)
Kehadiranku tak boleh menjadi alasan hancurnya hubungan asmara yang lebih dulu,disana..gadismu
Meski aku tahu, kau sungguh menginginkanku
kedua tanganmu siap menerkamku
Tapi, "aku adalah perempuan baik-baik"begitu kiranya kata Ibuku
Dan kamu pergi tanpa menyimpan apa apa selain harapan yang pernah kunikmati
Tak kau lihatkah tanganku yang bergetar hebat seolah ingin menahanmu agar tak melanjutkan langkah ?
Kamu tetap pergi
Kamu telah pergi
Oh Tidak !!!
Ada yang terlupa
Aku lupa memintamu mengembalikan rasa yang pernah kutitipkan padamu malam itu
Mengapa terlalu cepat aku menjadikanmu esa di hatiku
Aku ingat benar, pesonamu saat kau memintaku ikut dibelakangmu
Lalu waktu itu, aku dengan bodohnya turut mendekatkan hati pada hati yang tak mungkin
Sudahlah..
Tetap tinggal disini benar tak mudah
Kau harus berkutat melawan kenangan, masa lalu
aku tak dapat membencinya sebab selain luka hanya masa lalu yang tersisa
Aku mengutuk diriku yang kalah lihai dengan angin
angin menghapus jejak kakimu di atas pasir itu sebelum aku sempat mengabadikannya
Aku memilih sendiri, tak ingin kujalin cinta dengan lelaki yang akan di dustakan oleh hatiku
Cinta itu sederhana saja
Kamu datang, kita dekat
Kamu pergi, kita semakin jauh
Lalu kau datang lagi, maka cinta dengan sederhananya menerimamu kembali
Kemudian kau pergi lagi dengan alasan yang mengundangku tuk tertawa sinis
Tentu saat itu kau sadar, alasanmu tak pernah bisa diterima oleh hati dan logikaku
"Aku terlalu sempurna untuk dicintai oleh lelaki sepetimu"itu katamu
Dan selang beberapa waktu, kau datang lagi menawarkan cinta yang lebih dewasa
Cinta yang penuh keinsyafan
Cinta dengan sederhananya tetap menerimamu kembali, selalu menerimamu
Aku bodoh kan ?
Tapi aku suka terlihat bodoh
datang dan pergi, sangat sederhana
Semua sederhana memang,
kecuali luka-luka yang tertinggal, berbekas
kecuali luka-luka yang tertinggal, berbekas
I like it.
BalasHapus