Perihal yang Sulit Dimengerti

Kau : Pucuk pohon paling kokoh mencintai tokoh yang hanya menjadikanmu tokoh sekian yang tak pernah sempat ia ingat.
Tangga-tangga itu tidak pernah marah kepada penebang yang menjadikannya tangga paling tabah membiarkan kakiku memanjat disana meskipun ia tahu aku akan selalu berakhir menjadi retakan-retakan yang sama.
Tak ada yang mampu ku pahami betul dari dirimu,
 kecuali : kau mencintai seseorang yang telah menancapkan  busur panah tepat pada bilik jantungmu. Disana telah kau sembunyikan satu nama, yang berarti hanya dan hanya.

Bukankah perihal cinta memang begitu ? Tentang menerima dengan ikhlas, sekalipun ia berwujud luka.

Dan
"Kepada siapa kau menunggu ?"
"Sampai kapan kau menunggunya ?" 
 adalah pertanyaan yang berhak memilih untuk tak terjawab

Makassar, 17 April 2018

Komentar