Pada masanya, kau pernah memutuskan KITA yang belum lama terjalin. Dengan alasan yang ditolak keras oleh akal sehatku,"aku terlalu sempurna untuk dicintai oleh seseorang sepertimu, keinginanku terlalu sempurna untuk kau wujudkan"katamu
Tentu saja aku tak terima, aku terus merengek agar kau tak meninggalkanku yang mereka pikir ini sangat menjijikkan karena tak memikirkan kodratku sebagai perempuan. Aku yang pada saat itu masih sangat polos dengan bodohnya mencoba google-ing memasukkan key-word seperti ini "Cara Agar Balikan dengan Mantan" yaaah ini cukup menggelikan tentunya.
Dan setelah berjuang cukup keras untuk mempertahankanmu dengan teori yang kuperoleh dari hasil google-ing, maka malamnya kau mencoba tuk membuka sedikit tirai hatimu untukku, membiarkanku mengintip dibalik tirai. Adalah malam minggu, seperti biasanya kau selalu ngapel ke kota di rumah gurumu. Tak banyak yang kita perbincangkan di pesan singkat malam itu, yang pasti aku merasa sikapmu tak semanis hari-hari kemarin. Mungkinkah kau terpaksa membuka tiraimu, untukku ?
Cinta tak bisa dipaksakan.
Paginya, pagi-pagi betul kau memutuskanku lagi terbilang kedua kali. Kala itu aku sedang menunggu angkutan umum untuk berangkat ke sekolah. Tak bisa dijelaskan rasanya seperti apa. Rasa itu terpatri di dalam hati dan sulit dibahasakan. Bahasaku kala itu hanya sebatas rasa.
Aku sedang meladeni maunya hati yang patah ketika seorang teman datang lalu menanyakan tentang kita, padaku. Yang kujawab dengan airmata sebagai jawaban paling jujur. Tak hanya itu, katanya kau telah meresmikan KITA yang lain, bersama seorang perempuan yang merupakan adik kelasmu.
Krakk...kepingan hatiku pecah dan berhamburan.
Dengan sisa daya yang kupunya, kupungut keping demi keping. Dengan isak-isakan tangis yang tertahan aku mencari keping-keping yang berserakan. Sepertinya ada beberapa kepingan yang hilang dan tak kasat mata. Hati takkan pernah utuh lagi sampai kepingan itu kutemukan.
Tahukah kamu, airmataku belum kering saat kau mengakhiri hubungan kita dan kau sungguh tega menambahnya lagi dengan menciptakan kita yang lain, bersama seorang perempuan yang belum lama kau kenal.
Jika kau sudah menemukan kita yang lain dengan waktu yang singkat, lalu bagaimana denganku
Tentu saja aku tak terima, aku terus merengek agar kau tak meninggalkanku yang mereka pikir ini sangat menjijikkan karena tak memikirkan kodratku sebagai perempuan. Aku yang pada saat itu masih sangat polos dengan bodohnya mencoba google-ing memasukkan key-word seperti ini "Cara Agar Balikan dengan Mantan" yaaah ini cukup menggelikan tentunya.
Dan setelah berjuang cukup keras untuk mempertahankanmu dengan teori yang kuperoleh dari hasil google-ing, maka malamnya kau mencoba tuk membuka sedikit tirai hatimu untukku, membiarkanku mengintip dibalik tirai. Adalah malam minggu, seperti biasanya kau selalu ngapel ke kota di rumah gurumu. Tak banyak yang kita perbincangkan di pesan singkat malam itu, yang pasti aku merasa sikapmu tak semanis hari-hari kemarin. Mungkinkah kau terpaksa membuka tiraimu, untukku ?
Cinta tak bisa dipaksakan.
Paginya, pagi-pagi betul kau memutuskanku lagi terbilang kedua kali. Kala itu aku sedang menunggu angkutan umum untuk berangkat ke sekolah. Tak bisa dijelaskan rasanya seperti apa. Rasa itu terpatri di dalam hati dan sulit dibahasakan. Bahasaku kala itu hanya sebatas rasa.
Aku sedang meladeni maunya hati yang patah ketika seorang teman datang lalu menanyakan tentang kita, padaku. Yang kujawab dengan airmata sebagai jawaban paling jujur. Tak hanya itu, katanya kau telah meresmikan KITA yang lain, bersama seorang perempuan yang merupakan adik kelasmu.
Krakk...kepingan hatiku pecah dan berhamburan.
Dengan sisa daya yang kupunya, kupungut keping demi keping. Dengan isak-isakan tangis yang tertahan aku mencari keping-keping yang berserakan. Sepertinya ada beberapa kepingan yang hilang dan tak kasat mata. Hati takkan pernah utuh lagi sampai kepingan itu kutemukan.
Tahukah kamu, airmataku belum kering saat kau mengakhiri hubungan kita dan kau sungguh tega menambahnya lagi dengan menciptakan kita yang lain, bersama seorang perempuan yang belum lama kau kenal.
Jika kau sudah menemukan kita yang lain dengan waktu yang singkat, lalu bagaimana denganku
Semangat untuk buat puisinya...
BalasHapusSemuanya akan baik-baik saja.
BalasHapus